![]() |
| Menuju Saboke yang melelahkan,,,, (istirahat dulu ah....) |
| Tiwara ma kalai; kalembo ade saja mas..... |
yaitu:
1. Frekwensi
untuk menerima (RX/ receive); 14.245 point 0 MHz
2. Frekwensi
untuk mengirim (TX/ transmite); 14.145 point 0 MHz, Simplex 100 (minus 100).
Adapun
tujuan instalasi Repeater Link Radio Pancar Ulang (RPU) antara lain sebagai
berikut:
1. Mempercepat
akses komunikasi dan informasi menggunakan radio baik antar wilayah maupun
antar propinsi melalui repeater Link Radio Pancar Ulang (RPU);
2. Menunjang
kegiatan komunikasi pemerintah/ swasta dalam hal penanggulangan bencana alam
dan kegiatan social kemasyarakatan lainnya baik di Lokal Kecamatan sape – Lambu
maupun antar Kota, Kabupaten dan Pulau.
1.
Operasionalisasi
Repeater
Adapun
repiter yang telah kami rangkai memiliki sistim 2 (dua) arah, yang mana pada;
·
Operasional frekwensi Receive RX. 14.245 poin 0 MHZ dengan Transmit TX. 14.145 poin 0 MHZ (Simplex dan Duplex 100) dihubungkan
(link) dengan frekwensi 14.355 poin 0 MHZ sebagai RPU induk Kota dan Kabupaten
Bima yang ada di Doro Na’e.
·
Kemudian frekwensi Receive
RX. 14.240 poin 0 MHZ dengan Transmit
TX. 14.140 poin 0 MHZ (Simplex dan Duplex 100) bersifat local yang dialokasikan
untuk Radio Pancar Ulang (RPU) di tingkat Distrik Sape-Lambu. Dari dua
frekwensi yang telah ditetapkan sudah diatur secara regular dan setelah
diujicoba diketahui dapat bekerja dengan baik.
·
Dari system 2 arah yang dimaksud juga; Bilamana pada
Lokal Kecamatan Sape dan Lambu memiliki kegiatan yang bersifat interen maka
sistim repeater dapat diatur untuk berjalan searah. Dan pada saat tertentu
terjadi pemadaman listrik di repiter induk (14.355 poin 0 MHZ) maka repiter
local untuk distrik Kecamatan Sape dan Lambu akan tetap bekerja demikian pula
sebaliknya.
2.
Tempat
Adapun lokasi pemasangan Repiter
Link Radio Pancar Ulang (RPU) adalah di Kecamatan Lambu tepatnya diatas Doro
Saboke; yang terletak di desa Lambu Kecamatan Lambu dengan ketinggian diperkirakan 920 Meter dari
permukaan laut. Dengan daya jangkauan pancaran meliputi; Kecamatan Lambu, Kecamatan Sape, Kecamatan Langgudu, Kecamatan Wera
dan Kecamatan Ambalawi, serta tidak menutup kemungkinan untuk wilayah Propinsi
NTT yaitu antara lain, Pulau Sumba dan Pulau Flores. Di kawasan Doro Saboke
telah berdiri tower dengan ketinggian 85 meter sehingga di tempat inilah nanti
instalasi repeater link Radio Pancar Ulang (RPU) akan kami tempatkan (Foto terlampir).
3.
Sumber arus
Adapun
sumber arus yang mendukung sistim operasionalisasi repiter link doro saboke
masih sangat terbatas karena hanya dapat bekerja pada malam hari. Hal ini
disebabkan karena sumber arus masih diambil dari perusahaan telekom setempat,
yang mana sistim operasionalnya jikalau malam hari menggunakan mesin diesel dan
siang hari menggunakan solar cell. Sehingga operasional repiter yang seharusnya
bekerja 24 jam tidak dapat terwujud. Adapun sumber arus repiter saboke yaitu
dari mesin diesel yang hanya berjalan pada malam hari. Sehingga bilamana
peralihan penggunaan sumber arus dari mesin diesel ke solar cell, maka repiter
saboke tidak dapat bekerja dan tentunya harus menunggu sampai pada pukul 18.00
(sore hari) bilamana waktu mesin diesel akan dinyalakan kembali. Melihat hal
ini tentunya kita masih membutuhkan beberapa peralatan yang akan mendukung
sistim operasionalisasi repiter agar dapat bekerja secara terus menerus selama
24 jam.
Oleh karena
itu kami sangat mengharapkan uluran tangan dan bantuan dana dari Bapak/ Ibu/
Sdra/I dermawan/ simpatisan, dan apabila berminat dapat menghubungi kami di
nomor HP/ Email yang tertera pada header blog ini, terimakasih….

Mudah2an ada yg merasa terketuk hatinya utk menyumbang biar repiter itu bisa on 24 jam...
BalasHapus