Rabu, 10 Agustus 2016
TIM SMPN 4 SAPE IKUT PELATIHAN PUSTEKOM
Pelaksanaan PUSTEKOM yang di adakan oleh Kemendikbud Nasioanal sampai juga diKecamatan Sape Kabupaten Bima (NTB). Sehingga pelaksanaan itu sangat diminati dan diikuti oleh beberapa guru di tingkat SD, SMP/ MTs/ dan SMA se kabupaten Bima. Tidak ketiinggalan juga utusan guru yang mengikuti pelatihan tersebut adalah dari SMPN 4 Sape antara lain; HENY ELVINA, S.Pd, AGUS SALIM. S.Pd. MM, EFENDI, S.Pd dan JUNARI, S.Pd.
Jumat, 12 Februari 2016
RAPI IKUT BANKOM DI MTQ TINGKAT KEC. SAPE
Dalam rangka menindaklanjuti surat panitia MTQ Tingkat Kec. Sape, Anggota RAPI yang tergabung antara RAPI Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Lokal Kec. Sape dan Lambu ikut memberikan bantuan komunikasi (BANKOM) pada kegiatan pawai ta'ruf MTQ Kec. Sape yang dilaksanakan pada hari Jum'at pukul 19.00. Peserta pawai yang berasal dari beberapa kafilah; gabungan dari tingkat desa, sekolah dan dinas se-kecamatan Sape. Peserta pawai di lepas dari Masjid besar Al-Munawarah dan finish di gedung serba guna sape. Komunikasi dan koordinasi pantauan yang dilakukan lewat frekwensi 143300 berjalan dengan teratur dengan sistim komunikasi secara estafet.
Bankom yang dilaksanakan oleh gabungan anggota RAPI tersebut cukup mendapat perhatian dari Bapak Camat dan Sekcam Sape (Muspika Kec. Sape) dan masyarakat pada umumnya. Di sisi lain kegiatan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari fungsi dan tujuan serta keberadaan dari penggunaan radio komunikasi yang tergabung di (RAPI). Setelah melakukan pemantauan anggota RAPI juga ikut memeriahkan sebagai peserta pawai dan menempatkan diri di barisan terakhir, Setelah memasuki tempat arena MTQ RAPI juga disambut oleh Bapak-bapak muspika dan juga muspida.
Sistim komunikasi merupakan bagian yang terpenting dari fungsi keberadaan radio, sehingga kedepan sangat diharapkan agar tetap terjalinnya komunikasi dan koordinasi secara intens maka dianggap perlu bahwa didalam lingkup pemerintahan satu wilayah harus ada jaringan komunikasi yang tetap terkoordinir. Mudah-mudahan keberadaan anggota RAPI dalam memberikan dukungan komunikasi ini akan memberikan stimulasi kepada seluruh masyarakat agar mereka mau menggunakan alat ini sebagai penunjang dalam komunikasi, tidak hanya di kalangan masyarakat namun juga yang paling penting adalah dikalangan pemerintah, dinas dan jawatan. Akhirnya kami sangat mengharapkan bantuan dan dukungan agar kita selalu bekerja sama dalam membangun kebersamaan.
Anggota-anggota bankom: JZ15HFM, JZ15HEL, JZ15HAB, JZ15HWA, JZ15EBZ, JZ15EDM, JZ15EGO, JZ15EAG
SALAM RAPI 51-55-73-88
RUKUN DI UDARA, AKRAB DI DARAT, IMAN DI HATI
Rabu, 20 Januari 2016
TINDAK LANJUT SURAT RAPI LOKAL KABUPATEN BIMA
Setelah membaca isi surat tersebut Bapak camat Lambu bercerita banyak dan sangat merespon dengan baik tentang pembentukan kepengurusan yang ada di lokal kecamatan Lambu. Beliau juga mengatakan bahwa beberapa kejadian yang terjadi di belahan Negara Indonesia khususnya di Kabupaten Bima, salah satunya karena adanya miskomunikasi antar satu dengan yang lainnya. Sehingga hal ini jelas bahwa keberadaan alat radio komunikasi ini memiliki peran yang sangat efektif dan cukup ekonomis; sehingga tingkat koordinasi antar penduduk dapat terjalin dengan baik. Beliau juga menginginkan bahwa alat ini harus masuk di seluruh SKPD yang ada di tingkat kecamatan Lambu, bahkan SKPD yang pertama disentuh ialah di lingkup dinas dikpora Kecamatan Lambu mengingat masih banyak sekolah-sekolah yang tidak dapat dijangkau dengan HP (Handphone). Terkait dengan hal itu bahwa di dalam Permen Kominfo Nomor 34/PERM.KOMINFO/8/2009 BAB IV PENGGUNAAN ALAT DAN KRAP Pasal 16 ayat 2 poin c Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI); bantuan komunikasi dalam rangka penyelenggaraan kepramukaan, olahraga, sosial, kemasyarakatan, dan penyelenggaraan kemanusiaan lainnya. Tentu sangat jelas bahwa adapun fungsi alat ini sangat mendukung kegiatan kepramukaan yang ada di tingkat sekolah (SD, SMP, SMA, SMK dan MA). Beliau menceritakan juga tentang kepemimpinannya di kecamatan Lambu, salah satunya tentang pengadaan barang yang ada di dalam ruangannya seperti AC, Sofa dll adalah dia beli sendiri. Dengan gamblang salah satu dari kami nyeletuk; “Pak peralatan yang ada di ruangan ini sudah lengkap, namun ada satu kekurangannya yaitu belum adanya seperangkat radio” dengan gamblang beliau merespon; benar hal itu saya sudah rencanakan dari dulu pengadaannya, dan sampai dengan sekarang ini pun belum juga tercapai, tapi Insya Allah besok disaat acara serah terima kantor baru oleh bapak Bupati Bima saya akan sampaikan agar beliau memberikan satu set radio untuk saya tempatkan di kantor ini, bahkan bila perlu seluruh kepala desa se kecamatan lambu pun mau melakukan pengadaan 1 unit radio, beliau menambahkan “semua akan berjalan dengan RAPI bilamana kita berkoordinasi dengan baik”.
Setelah beranjak
dari ruangan Bapak camat, beliau menyuruh bahwa perihal surat ini juga harus
disampaikan ke bapak sekcam (Jubair), langsung saja kita masuk ke ruangan
sekcam lambu di sana kami juga bertemu dengan Kepala UPT Dinas Dikpora Kec.
Lambu (Bapak Muhtar, S.Pd). Singkat cerita bahwa Bapak sekcam dan UPT dinas
Dikpora Kec. Lambu sangat mendukung dengan keberadaan alat komunikasi dan
pengurus di kecamatan Lambu yang tergabung dalam Radio Antar Penduduk Indonesia
(RAPI) Kabupaten Bima ditambah lagi dengan pemberitahuan kami tentang instalasi
repeater yang akan dipasangkan di Doro
Saboke yang sekarang ini sedang dalam ujicoba pancaran.
Minggu, 17 Januari 2016
REPITER DORO SABOKE TERKENDALA DENGAN CATUDAYA
Dalam
komunikasi dengan menggunakan radio, topografi suatu daerah sangat mempengaruhi
kualitas penerimaan maupun pengiriman suatu pesan. Hal ini bila ada halangan
gunung atau bukit maka signal akan terputus. Untuk bisa menyambung lagi maka
diperlukan alat untuk mengulang signal yang di pancarkan dari radio satu ke
radio lainnya. Alat ini diberi nama Repeater. Repeater Link Radio Pancar Ulang
(RPU) adalah sebuah stasiun untuk menerima sinyal yang masuk dan mengirimnya kembali
pada frekwensi yang berbeda (RX dan TX). Repeater bermanfaat untuk memperluas
jangkauan komunikasi radio hingga radius 40-100 KM bahkan bisa lebih. Tanpa
repeater, antara pesawat HT dengan power 5 watt hanya menjangkau 2-5 KM (sentral
kota), bila dibandingkan dengan mempergunakan repeater (RPU), hanya dengan HT
bisa mencapai radius 20-60 KM. untuk memaksimalkan jangakauan repeater biasanya
diletakkan di puncak gunung, agar bisa menerima dan mengirim dalam jangkauan
luas. Semakin tinggi penempatan repeater dan antenanya maka semakin jelas pula
signal radio yang diterima. Seperti halnya yang kami rencanakan tentang
pemasangan Repeater Link Radio Pancar Ulang (RPU) di Doro Saboke Kecamatan
Lambu. Kami berharap bahwa instalasi dapat dilaksanakan dalam waktu ini,
mengingat kebutuhan informasi/ komunikasi dapat mensukseskan pelaksanaan
kegiatan antar daerah baik dikalangan pemerintah maupun masyarakat.
Rabu, 13 Januari 2016
REPEATER LINK RADIO PANCAR ULANG (RPU) DORO SABOKE
![]() |
| Menuju Saboke yang melelahkan,,,, (istirahat dulu ah....) |
| Tiwara ma kalai; kalembo ade saja mas..... |
Langganan:
Komentar (Atom)


