Responsive, Actuiting, Professional, Independen (RAPI)

Minggu, 17 Januari 2016

REPITER DORO SABOKE TERKENDALA DENGAN CATUDAYA

Radio komunikasi merupakan alat yang paling vital di era saat ini dimana tanpa adanya komunikasi maka kita tidak dapat melakukan pertukaran dan mengikuti bagaimana perkembangan informasi antar daerah yang satu dengan yang lainnya. Seperti halnya Kabupaten/ Kota Bima terdiri dari banyak pulau-pulau yang cukup jauh dengan jarak tidak dapat ditempuh dalam waktu yang cukup singkat. Hal ini perlu dipikirkan solusinya agar dimana antar daerah dan pulau-pulau ini dapat menjalin komunikasi yang cukup intens dan ekonomis. Dalam kondisi seperti ini ada sebagian kecil dari kelompok masyarakat yang telah mempergunakan radio komunikasi 2 meter band sebagai penunjang alat komunikasi yang walaupun masih terbatas. 
Dalam komunikasi dengan menggunakan radio, topografi suatu daerah sangat mempengaruhi kualitas penerimaan maupun pengiriman suatu pesan. Hal ini bila ada halangan gunung atau bukit maka signal akan terputus. Untuk bisa menyambung lagi maka diperlukan alat untuk mengulang signal yang di pancarkan dari radio satu ke radio lainnya. Alat ini diberi nama Repeater. Repeater Link Radio Pancar Ulang (RPU) adalah sebuah stasiun untuk menerima sinyal yang masuk dan mengirimnya kembali pada frekwensi yang berbeda (RX dan TX). Repeater bermanfaat untuk memperluas jangkauan komunikasi radio hingga radius 40-100 KM bahkan bisa lebih. Tanpa repeater, antara pesawat HT dengan power 5 watt hanya menjangkau 2-5 KM (sentral kota), bila dibandingkan dengan mempergunakan repeater (RPU), hanya dengan HT bisa mencapai radius 20-60 KM. untuk memaksimalkan jangakauan repeater biasanya diletakkan di puncak gunung, agar bisa menerima dan mengirim dalam jangkauan luas. Semakin tinggi penempatan repeater dan antenanya maka semakin jelas pula signal radio yang diterima. Seperti halnya yang kami rencanakan tentang pemasangan Repeater Link Radio Pancar Ulang (RPU) di Doro Saboke Kecamatan Lambu. Kami berharap bahwa instalasi dapat dilaksanakan dalam waktu ini, mengingat kebutuhan informasi/ komunikasi dapat mensukseskan pelaksanaan kegiatan antar daerah baik dikalangan pemerintah maupun masyarakat.

Adapun lokasi pemasangan Repiter Link Radio Pancar Ulang (RPU) adalah di Kecamatan Lambu tepatnya diatas Doro Saboke; yang terletak di desa Lambu Kecamatan Lambu dengan ketinggian diperkirakan 920 Meter dari permukaan laut. Dengan daya jangkauan pancaran meliputi; Kecamatan Lambu,  Kecamatan Sape, Kecamatan Langgudu, Kecamatan Wera dan Kecamatan Ambalawi, serta tidak menutup kemungkinan untuk wilayah Propinsi NTT yaitu antara lain, Pulau Sumba dan Pulau Flores. Di kawasan Doro Saboke telah berdiri tower dengan ketinggian 85 meter sehingga di tempat inilah nanti instalasi repeater link Radio Pancar Ulang (RPU) akan kami tempatkan.
Adapun repiter yang telah kami rangkai memiliki sistim 2 (dua) arah, yang mana pada;
·         Operasional frekwensi Receive RX. 14.245 poin 0 MHZ dengan Transmit TX. 14.145 poin 0 MHZ (Simplex dan Duplex 100) dihubungkan (link) dengan frekwensi 14.355 poin 0 MHZ sebagai RPU induk Kota dan Kabupaten Bima yang ada di Doro Na’e.
·         Kemudian frekwensi Receive RX. 14.240 poin 0 MHZ dengan Transmit TX. 14.140 poin 0 MHZ (Simplex dan Duplex 100) bersifat local yang dialokasikan untuk Radio Pancar Ulang (RPU) di tingkat Distrik Sape-Lambu. Dari dua frekwensi yang telah ditetapkan sudah diatur secara regular dan setelah diujicoba diketahui dapat bekerja dengan baik.
·         Dari system 2 arah yang dimaksud juga; Bilamana pada Lokal Kecamatan Sape dan Lambu memiliki kegiatan yang bersifat interen maka sistim repeater dapat diatur untuk berjalan searah. Dan pada saat tertentu apabila terjadi pemadaman listrik di repiter induk (14.355 poin 0 MHZ) maka repiter lokal untuk distrik Kecamatan Sape dan Lambu akan tetap bekerja.
Adapun sumber arus yang mendukung sistim operasionalisasi repiter link doro saboke masih sangat terbatas karena hanya dapat bekerja pada malam hari. Hal ini disebabkan karena sumber arus masih diambil dari perusahaan telekom setempat, yang mana jikalau malam hari menggunakan mesin diesel dan pada siang hari menggunakan solar cell. Sehingga dari kenyataan ini repiter link saboke hanya onair pada malam hari saja. Hal ini dikarenakan bahwa sumber arus repiter saboke hanya menggunakan sumber arus tenaga diesel yang hanya aktif pada malam hari. Sehingga operasional repiter saboke akan kembali beroperasi setelah menunggu pembangkit arus (diesel) dinyalakan pada pukul 18.00 (sore hari). Melihat hal ini tentunya kita masih membutuhkan beberapa peralatan yang akan mendukung sistim operasionalisasi repiter agar dapat bekerja secara terus menerus selama 24 jam.  
Mengingat pentingnya alat komunikasi dan keberadaan repeater Link Radio Pancar Ulang (RPU), kami yang tergabung dalam Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) distrik Kecamatan Sape-Lambu telah membangun stasiun Repiter Link Radio Pancar Ulang (RPU) yang saat ini terkendala pada alat berupan Accu (140 Ampere) dan biaya pemasangan dan catudaya tambahan di Doro Saboke Kecamatan Lambu. 
 Adapun tujuan instalasi Repeater Link Radio Pancar Ulang (RPU) antara lain sebagai berikut:
1.      Mempercepat akses komunikasi dan informasi menggunakan radio baik antar wilayah maupun antar propinsi melalui repeater Link Radio Pancar Ulang (RPU);

2.      Menunjang kegiatan komunikasi pemerintah/ swasta dalam hal penanggulangan bencana alam dan kegiatan social kemasyarakatan lainnya baik di Lokal Kecamatan sape – Lambu maupun antar Kota, Kabupaten dan Pulau. 
Dengan ini kami sangat mengharapkan bantuan dana kepada Bapak/ Ibu, Sdra (i) dermawan/ simpatisan untuk menunjang operasionalisasi repiter link di Doro Saboke bekerja selama 24 jam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar